Category: Uncategorized

  • Pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat

    Pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat

    Editor : Wasik Shodiqin

    Pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat Berbasis Tematik: Mahasiswa Diharapkan Ciptakan Solusi Tepat Sasaran

    Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang, Tanggal 30 Juli 2025

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menggelar pembekalan kuliah pengabdian masyarakat yang berbasis tematik untuk mahasiswa yang akan terlibat dalam program pengabdian di tahun ajaran 2025.

    Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya memilih tema yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian. Pembekalan kali ini mengusung tema “Berpendidikan dalam Ilmu, Berdaya dalam Kesejahteraan dan Sadar akan Hukum”, yang mencakup topik-topik seperti pemberdayaan masyarakat, pendidikan untuk masyarakat miskin, hingga pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan.

    Dr. Muqoffi (Ketua LP2M), dalam sambutannya mengungkapkan, “Pengabdian masyarakat berbasis tematik memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendalami isu-isu sosial yang mendesak dan memberikan solusi yang aplikatif dan tepat sasaran. Dengan pendekatan tematik ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus dalam merancang program yang memberi dampak jangka panjang.”

    Selama pembekalan, mahasiswa juga diajak untuk mengikuti sesi diskusi interaktif mengenai tantangan yang sering dihadapi dalam pengabdian masyarakat serta cara-cara inovatif untuk menyelesaikan permasalahan. Para peserta juga diberi kesempatan untuk merancang rencana pengabdian berbasis tematik yang sesuai dengan bidang ilmu mereka masing-masing.

    Beliau juga mengungkapkan bahwa seorang praktisi pengabdian masyarakat, menjelaskan, “Dengan fokus tematik, kita bisa memberikan kontribusi yang lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya, jika tema yang diangkat adalah pendidikan, maka mahasiswa dapat langsung terlibat dalam program pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal atau pendidikan kewirausahaan untuk masyarakat desa.”

    Selain itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman tentang cara mengidentifikasi masalah yang perlu diselesaikan di masyarakat serta teknik untuk mengukur keberhasilan program pengabdian mereka. Melalui pendekatan tematik ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya terlibat secara langsung dalam pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dapat merancang proyek yang berkelanjutan dan mengedepankan kolaborasi antar berbagai sektor.

    Mahasiswa  pun merasa pembekalan ini sangat bermanfaat. salah satu peserta menambahkan, “Pendekatan berbasis tematik ini memberi saya gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana saya bisa memanfaatkan pengetahuan yang saya pelajari di kampus untuk mengatasi masalah sosial yang ada di masyarakat.”

    Program kuliah pengabdian masyarakat berbasis tematik ini akan berlangsung selama satu bulan, dan lokasi pengabdian akan disesuaikan dengan tema yang telah dipilih oleh masing-masing kelompok mahasiswa sesuai jurusan masing-masing berharap, dengan pembekalan ini, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman akademik mereka.

  • Seminar Pendidikan

    Seminar Pendidikan

    Editor : Wasik Shodiqin

    Sampang – Peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Institut Agama Islam (IAI) NATA Sampang sukses menyelenggarakan seminar pendidikan yang berlangsung di [sebutkan tempat, misalnya aula kampus atau sekolah SMA At-Tanfizdiah  pada [tanggal pelaksanaan]. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen pembimbing, guru pamong, mahasiswa PPL, serta sejumlah undangan dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan.

    Seminar pendidikan ini mengusung tema “Inovasi dan Kreativitas dalam Dunia Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran”. Tujuannya adalah memberikan ruang diskusi bagi mahasiswa PPL dalam mengembangkan wawasan sekaligus membagikan pengalaman mereka selama melaksanakan praktik di sekolah-sekolah mitra.

    Dalam sambutannya, Subairi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa PPL IAI NATA Sampang untuk dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Sampang. “Seminar ini bukan hanya ajang akademik, tetapi juga wadah untuk bertukar gagasan dan praktik baik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

    Kegiatan seminar menghadirkan beberapa narasumber, baik dari kalangan akademisi kampus maupun praktisi pendidikan di lapangan. Para pemateri menekankan pentingnya inovasi dalam metode mengajar, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan karakter peserta didik sebagai bagian integral dari keberhasilan pendidikan.

    Acara berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta seminar aktif mengajukan pertanyaan serta menyampaikan ide-ide kreatif. Seminar ditutup dengan pernyataan komitmen bersama untuk terus mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa PPL IAI NATA Sampang tidak hanya memperoleh pengalaman praktik mengajar, tetapi juga mampu berkontribusi dalam memperkaya gagasan pendidikan di tengah masyarakat.

     

  • Peserta 5th Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOM.S)

    Peserta 5th Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOM.S)

    Editor: Wasik Shodiqin

    Sampang – Dalam upaya mendukung penguatan tradisi keilmuan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), Kopertais Wilayah IV Surabaya kembali menggelar 5th Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOMS) tahun 2023. Acara bergengsi ini diikuti oleh ratusan akademisi, dosen, dan peneliti Muslim dari berbagai wilayah di Indonesia.

    Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam konferensi ilmiah tersebut adalah Wasik, M.Pd, (Sekretaris LP2M IAI Nata Sampang. Kehadiran dalam acara ANCOMS 2023 ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan wawasan keilmuan, khususnya dalam bidang studi Islam dan pendidikan.

    “Konferensi ini menjadi wadah yang sangat berharga untuk menambah wawasan, menguatkan kolaborasi, dan menyampaikan gagasan keilmuan yang aktual serta kontekstual,” serta Melalui forum ilmiah ini, peserta diberi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, berdiskusi, dan membangun jaringan keilmuan dengan sesama akademisi.

    Acara ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran pemikiran, tetapi juga wadah pembentukan karakter intelektual Muslim yang responsif terhadap tantangan zaman. Selain sesi pemaparan Artikel penelitian, ANCOMS 2023 juga menghadirkan pembicara kunci dari berbagai universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri.

    Kopertais Wilayah IV Surabaya sebagai penyelenggara berharap konferensi ini dapat menjadi langkah nyata dalam mencetak cendekiawan Muslim yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

slot88resmi